IHLC DAN IHATO KERJA SAMA PELATIHAN SDM

MoU IHLC dan IHATO

INDONESIA Halal Lifestyle Center (IHLC) dan International Halal Tourism Organization
(IHATO) melakukan kerja sama pelatihan sumber daya manusia dalam bidang pelayanan
wisata halal.


Kerja sama itu ditandai dengan penandatangan MoU yang dilakukan Jetti Rosila Hadi (Tila)
dari IHLC dan Sekretaris Jendral IHATO, Emirullah Ahmet Turan. “Pelatihan yang akan
dibuat tersebut berupa training pendidikan, tourism, dan tukar-menukar informasi. Nantinya
pelatihan akan dilakukan dan terbuka untuk semua instansi terutama sekolah-sekolah tinggi
pariwisata, industri pariwisata, dll, dari mulai tingkat manager hingga tingkat oprasional.
Sebelum tahun ini kita akan mulai pelatihannya,” ujar Tila.


Sebelum acara penandatangan MoU dilakukan pemaparan wisata halal di Antalya Beach,
Turki yang terkenal dengan banyaknya pilihan layanan halal. Emirullah menjelaskan bahwa
sudah banyak hotel-hotel di Antalya yang menawarkan fasilitas dan layanan halal, seperti
kolam renang yang dipisah antara laki-laki dan perempuan dan terdapat pantai khusus
wanita.


Menurut Emirullah, konsep halal yang utama perlu diterapkan di bidang akomodasi, di
antaranya penyediaan makanan halal dan tanpa alkohol, fasilitas tempat ibadah dan
kenyamanan.


“Tidak hanya sertifikatnya yang penting, namun juga prilaku karyawannya. Privasi yang
memisahkan antara fasilitas laki-laki dan perempuan juga penting untuk kenyamanan.
Selain itu yang tak kalah pentingnya adalah pengelolaah sampah yang baik,” katanya.


Emirullah menambahkan bahwa waktu favorit para Turis berkunjung ke pantai terjadi pada
musim panas Juli-Agustus dengan menghabiskan waktu 1-2 minggu. Taner Aydin, Vice
President IHATO/ founder dan owner Islamitatilal.com, menambahkan bahwa di Turki ada
sekitar 60 hotel berkonsep halal dan 15 hotel berada di Antalya. Rata-rata turis yang datang
didominasi segmen keluarga, menghabiskan liburandengan memilih hotel bintang 4/ 5.


Menurut Taner wisata halal di Turki dimulai semenjak 30 tahun yang lalu. Turis di sana
didominasi oleh wisatawan lokal dari Turki sebesar 67%, sisanya dari Itali, Prancis, dll. Yusuf
Gerceker, President of IHATO dan General Manager of Wome Deluxe Hotel, mengatakan
bahwa 85% dari 15 juta wisatawan yang datang ke Turki merupakan wisatawan lokal.


Menurut Sapta Nirwandar chairman IHLC, wisata halal merupakan pilihan. “Banyak yang
salah kaprah yang memahami bahwa wisata halal itu ingin menghalalkan tempat/
destinasinya. Padahal yang halal itu adalah pilihan pelayanannya yang menawarkan service
halal. Pilihan layanan tersebut juga terbuka untuk dinikmati siapapun, termasuk yang
nonmuslim sekalipun,” ujarnya. (CH/D-1)

Get in Touch